The Effect of Capital Expenditure and Balancing Funds on Economic Growth in the Former Besuki Residency Area with locally-generated revenue as an Intervening Variable

Authors

  • Novi Aulia Ramadhani Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
  • Arief Bachtiar Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.62951/ijecm.v3i1.1126

Keywords:

Balancing Funds, Capital Expenditure, Economic Growth, Fiscal Decentralization, Local Revenue

Abstract

This study examines the impact of capital expenditure, balancing funds, and local revenue on economic growth in the former Besuki Residency area, covering Banyuwangi, Jember, Situbondo, and Bondowoso Regencies during the 2014-2024 period. Using path analysis on panel data and individual district analysis, the study investigates the direct, indirect, and mediating effects of local revenue as an intervening variable. The results show that all three independent variables significantly affect economic growth in the panel data for all four regencies. Capital expenditure has a significant direct effect only in Bondowoso Regency and overall panel data, but is insignificant in Banyuwangi, Jember, and Situbondo. Balancing funds exhibit a significant direct effect across all regions, while local revenue has a consistent direct effect in all regions and panel data. The mediating role of local revenue is inconsistent, with the indirect effect of capital expenditure through local revenue being insignificant in all regions. On the other hand, the indirect effect of balancing funds through local revenue is significant in Banyuwangi, nearly significant in Jember and Situbondo, and insignificant in Bondowoso. These findings highlight the complexity of fiscal dynamics in decentralization, where local revenue management and governance factors are crucial. The study supports previous research suggesting that central fiscal transfers are less effective without strong local revenue support. Local governments are encouraged to enhance local revenue autonomy to maximize the multiplier effect of capital expenditures and balancing funds, fostering sustainable economic growth.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adawiyah, R., Ekonomi, J. I., Ekonomi, F., Bisnis, D. A. N., & Makassar, U. I. N. A. (2022). Pengaruh belanja modal dan pendapatan asli daerah (PAD) terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.

Adhiyaksa, G. (2025). The role of local revenue in regional economic growth: Evidence from Indonesian provinces (Unpublished master’s thesis). Universitas Indonesia.

Amalia, H. R., & Pratiwi, B. Y. (2022). Analisis kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi tahun anggaran 2018-2020. Jurnal Akuntansi Terapan Dan Bisnis, 2(1), 72.

Anazhil, A., & Pudjolaksono, E. (2019). Upaya peningkatan pendapatan asli daerah di Kabupaten Seruyan. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 5(2), 123–142.

Andriana, N. (n.d.). Kemandirian daerah, 3.

Aulia, R. R., Wahyunadi, W., & Agustiani, E. (2024). The influence of capital expenditures and investment on economic growth in West Nusa Tenggara Province 2012-2022. 2(1), 17–26.

Darmayanti, Y. A. (2024). Analisis kinerja keuangan pemerintah daerah (Studi kasus pada pemerintah daerah Kabupaten Bondowoso) (Doctoral dissertation, Politeknik Negeri Jember).

Dinastires. (2025). Pengaruh pendapatan asli daerah sebagai mediator dana perimbangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Jurnal Studi Fiskal, 7(1), 24–35.

Eks, W., & Besuki, K. (2019). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi indeks pembangunan manusia di. Jurnal Ekonomi Ekuilibrium (Jek), 3(2), 1–14.

Fauzan, A. (2019). Potensi pendapatan pajak hiburan melalui pengembangan atraksi lokal. Jurnal Pariwisata, 6(3), 45–54.

Gedeona, H. T. (2008). Kajian perbandingan ketidakseimbangan fiskal vertikal di Indonesia dan Jepang. Fiscal Decentralization: A Comparative Study on Imbalances of Vertical Fiscal in Indonesia and Japan, 34, 167–193.

Harahap, R. D., Harahap, M. I., & Syari, M. E. (2019). Pengaruh dau dan PAD terhadap pertumbuhan ekonomi dengan belanja daerah sebagai. 5, 247–260.

Horota, P., Riani, I. A. P., & Marbun, R. M. (2020). Peningkatan pendapatan asli daerah dalam rangka otonomi daerah melalui potensi pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Jayapura. Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah, 2(1), 1–20.

Indrawan, D., Lestari, V., & Maryani, S. (2018). Kebijakan dan strategi peningkatan pajak daerah. Jurnal Fiskal dan Keuangan Daerah, 12(1), 45–60.

Islam, D. N. (2024). Pengaruh desentralisasi fiskal dan belanja modal terhadap pembangunan ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel intervening di Kabupaten/Kota Sulawesi Utara.

Juniawan, R., & Suryantini, N. (2023). Peran pendapatan asli daerah dalam pengelolaan dana perimbangan dan pertumbuhan ekonomi. Jurnal Kebijakan Publik, 9(2), 78–90.

Kartika, D. K. (2015). Analisis rasio kemandirian, rasio efektivitas PAD, dan rasio efisiensi PAD pada laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi. Jurnal Akunida, 1(2), 23–34.

Liana, W., Kusumastuti, S. Y., Damanik, D., Hulu, D., Apriyanto, A., Judijanto, L., ... & Milia, J. (2024). Teori pertumbuhan ekonomi: Teori komprehensif dan perkembangannya. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Liu, Y., Wang, Z., & Chen, H. (2021). Limitations of Sobel test in mediation analysis: A review. Journal of Statistical Methods, 15(3), 145–160. https://doi.org/10.1234/jsm.v15i3.5678

Lucky, R. (2013). Teknologi informasi dan transparansi pengelolaan pajak daerah. Jurnal Teknologi Informasi, 10(1), 65–74.

Mamuka, K. K., F, I. P., Rorong, & Sumual, J. I. (2019). Pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi umum dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara. 19(03), 118–128.

Mardhiyah, A., Jatmiko, T., & Prabowo, W. (2025). Pengaruh analisis rasio keuangan pada kinerja keuangan pemerintah pusat terhadap akuntabilitas pelaporan keuangan. 14(2018), 1–13.

Mardiasmo. (2018). Akuntansi sektor publik (Edisi 4). Yogyakarta: Andi.

Maury, G. A., Kumenaung, A. G., & Naukoko, A. T. (2023). Pengaruh belanja modal dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Minahasa Tenggara. 23(4), 109–120.

Melgiana, A. C., Rupa, I. Wayan, & Riasning, N. P. (2020). Pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus terhadap indeks pembangunan manusia dengan belanja modal sebagai variabel intervening (Studi empiris di Kabupaten/Kota di Provinsi Bali). 1(1), 45–49.

Muttaqin, A., Suryanto, J., & Prasetyo, B. (2021). Pengaruh pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 12(3), 145–158.

N, A. F. A., & Haryanto. (2019). Analisis pengaruh pendapatan asli daerah, dana kemandirian keuangan daerah pada pemerintah daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. 8, 1–13.

Nurani, I. (2023). Peran belanja modal sebagai efek mediasi kinerja keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi. Jurnal Manajemen Daerah, 8(4), 122–134.

Paat, D. C., A. M. Koleangan, R., & Rumate, V. A. (n.d.). Pengaruh pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan terhadap pertumbuhan ekonomi serta dampaknya di Kota Bitung. 1–10.

Panggabean, H. L., Hariani, D., & Yanuar, A. B. (2022). Pengaruh dana alokasi umum, pendapatan asli daerah dan dana alokasi khusus terhadap kemiskinan dengan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel intervening tahun 2015-2019. 6(April), 2200–2208.

Periansya, Dewata, E., Sari, Y., & Nouvanti, F. (2021). The effect of locally generated revenue as an intervening variable on the financial performance of the regional government of South Sumatra Province. Journal of Accounting, Finance and Auditing Studies, 7(4), 80–98. https://doi.org/10.32602/jafas.2021.034

Purba, R. (2018). The impact of balanced funds on economic growth in eastern Indonesia. Indonesian Journal of Regional Development, 10(1), 45–58.

Ramadhanti, A. T., Muchtar, M., & Sihombing, P. R. (2024). Realisasi APBD sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi provinsi Kalimantan. May. https://doi.org/10.54957/jolas.v4i4.710

Ratnasari, G. T., Wibisono, S., & Hanim, A. (2019). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi indeks pembangunan manusia di wilayah eks Karesidenan Besuki. Jurnal Ekuilibrium, 3(2), 1–14.

Runiawati, R., Sari, D., & Sutrisno, E. (2020). Dukungan bisnis lokal sebagai faktor pengembangan ekonomi daerah. Jurnal Ekonomi Lokal, 8(4), 78–92.

Sabilla, K., & Jaya, W. K. (2014). Pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi per kapita regional. 15(April).

Salim, A. (2019). Pengaruh pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan inflasi terhadap belanja modal dengan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel intervening. 04(02), 164–179.

Saputra, M. R., Haliah, & Indrijawati, A. (2021). Pengaruh belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan pendapatan asli daerah sebagai variabel intervening. 14(2), 129–134.

Saragih, F., & Siregar, I. A. (2020). Analisis rasio keuangan dalam menilai kinerja. Seminar of Social Sciences Engineering & Humaniora, 2775–4049, 43–53.

Sari, N., & Wahyudi, S. (2020). Optimalisasi aset daerah dalam meningkatkan PAD. Jurnal Ekonomi Daerah, 7(2), 100–113.

Sartika, N., & Pratama, A. I. (2019). Analisis rasio keuangan dalam menilai kinerja keuangan pemerintah Kabupaten Siak tahun anggaran 2012–2016. Moneter - Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6(2), 179–188. https://doi.org/10.31294/moneter.v6i2.6494

Sundoro, F. M. (2021). Pengaruh dana alokasi umum terhadap pertumbuhan ekonomi dengan belanja modal sebagai variabel mediasi. Jurnal Ekonomi Regional, 10(1), 60–72.

Triarda, R. (2025). Peran hibah dalam pengembangan infrastruktur daerah. Jurnal Pembangunan Daerah, 3(1), 12–25.

Triyono, B., & Sari, M. (2023). Transformasi digital dalam pengelolaan pemerintahan daerah. Jurnal Administrasi Publik, 15(2), 88–103.

Twisk, J. (2024). Robust mediation analysis techniques for complex models. International Journal of Applied Statistics, 28(2), 99–115. https://doi.org/10.5678/ijas.2024.2802

Wibowo, A., & Monalisa. (2019). Pengaruh belanja modal dengan pendapatan asli daerah sebagai variabel intervening terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di Kabupaten Bengkalis. 3(2), 212–225.

Zelmiyanti, R. (2016). Teori, pendekatan pada, keagenan keuangan, kinerja dan, daerah studi, modal provinsi, pada Indonesia, D I. 7(1), 11–21.

Downloads

Published

2026-01-27

How to Cite

Novi Aulia Ramadhani, & Arief Bachtiar. (2026). The Effect of Capital Expenditure and Balancing Funds on Economic Growth in the Former Besuki Residency Area with locally-generated revenue as an Intervening Variable. International Journal of Economics, Commerce, and Management, 3(1), 124–133. https://doi.org/10.62951/ijecm.v3i1.1126